Kuburaya – Suasana malam di Kabupaten Kubu Raya terasa berbeda dan penuh semangat saat ratusan warga turun ke jalan mengikuti pawai obor. Cahaya api obor yang menyala serempak menciptakan pemandangan indah sekaligus menghadirkan nuansa kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak menyambut bulan suci Ramadan dan mendapat perhatian langsung dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Pawai obor yang digelar dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat ini berlangsung meriah dan tertib. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias berjalan bersama sambil membawa obor. Tak hanya sekadar pawai, kegiatan ini juga diisi dengan lantunan shalawat dan doa, menciptakan suasana religius yang kental dan menenangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah menjaga tradisi pawai obor dengan penuh semangat dan kebersamaan. Menurutnya, pawai obor bukan hanya tradisi seremonial, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.
“Pawai obor ini sangat positif. Selain menyemarakkan Ramadan, juga memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Insyaallah, kegiatan seperti ini akan kita jadikan agenda tahunan di Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo di hadapan peserta pawai.
Tradisi Bernilai Religius dan Budaya
Pawai obor telah lama dikenal sebagai tradisi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Di Kubu Raya, tradisi ini kembali dihidupkan dengan konsep yang lebih tertib, aman, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Panitia dan aparat keamanan turut berjaga untuk memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun ketertiban umum.
Sujiwo menilai, tradisi seperti pawai obor perlu terus dilestarikan karena memiliki nilai edukatif bagi generasi muda. Anak-anak yang ikut serta dapat belajar tentang makna Ramadan, kebersamaan, serta pentingnya menjaga ketertiban dalam kegiatan bersama.
“Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan mengenal nilai budaya dan keagamaan yang positif. Pawai obor ini salah satu cara sederhana namun bermakna,” katanya.
Akan Dijadikan Agenda Tahunan
Komitmen Sujiwo untuk menjadikan pawai obor sebagai agenda tahunan disambut baik oleh masyarakat. Dengan status sebagai agenda rutin, kegiatan ini ke depan diharapkan bisa dikemas lebih menarik, terorganisir, dan menjadi ciri khas kegiatan Ramadan di Kabupaten Kubu Raya.
Pemerintah daerah berencana melibatkan lebih banyak komunitas, sekolah, dan organisasi keagamaan agar pawai obor semakin semarak. Selain itu, konsep penataan rute dan waktu pelaksanaan juga akan diperhatikan agar kegiatan ini tetap ramah lingkungan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Menurut Sujiwo, agenda tahunan seperti ini juga berpotensi mendukung sektor sosial dan ekonomi. Saat kegiatan berlangsung, pelaku UMKM lokal bisa ikut berpartisipasi dengan menjajakan makanan atau perlengkapan Ramadan, sehingga perputaran ekonomi masyarakat turut meningkat.
Dukungan Masyarakat Sangat Penting
Bupati Sujiwo mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam setiap kegiatan keagamaan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah agenda daerah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Kalau masyarakat kompak, kegiatan apa pun bisa berjalan baik. Pemerintah hadir untuk mendukung, memfasilitasi, dan memastikan semuanya berjalan aman dan tertib,” ungkapnya.
Warga yang mengikuti pawai obor pun mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan setiap tahun. Mereka menilai pawai obor mampu menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hidup dan berkesan, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.
Simbol Kebersamaan Menyambut Ramadan
Pawai obor bukan hanya sekadar arak-arakan membawa api, tetapi juga simbol semangat, harapan, dan kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah. Dengan cahaya obor yang menyala, masyarakat diajak untuk menerangi hati, memperkuat iman, dan mempererat hubungan sosial.
Melalui komitmen menjadikan pawai obor sebagai agenda tahunan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap tradisi positif ini terus tumbuh dan menjadi identitas daerah. Ramadan pun tidak hanya dirayakan secara pribadi, tetapi juga secara kolektif sebagai momentum memperkuat persatuan dan nilai-nilai kebajikan di tengah masyarakat.














