Kuburaya – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mempercepat program penataan kawasan Pasar Kapur Raya yang berada di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke pasar tradisional.
Penataan kawasan pasar menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena Pasar Kapur Raya selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. Saat memasuki Ramadhan, lonjakan pembeli kerap terjadi dan berpotensi menimbulkan kemacetan, kesemrawutan lapak, hingga gangguan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, turun langsung meninjau kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan pedagang. Ia menegaskan bahwa program penataan ini tidak dimaksudkan untuk menghilangkan mata pencaharian pedagang, melainkan menata ulang agar pasar menjadi lebih rapi dan berfungsi optimal.
“Pasar ini hidup dari aktivitas pedagang dan masyarakat. Yang kita lakukan adalah mengatur agar semua bisa berjalan seimbang, tidak saling merugikan,” ujar Sujiwo saat meninjau kawasan pasar.
Penataan Bertahap dan Berorientasi Kenyamanan
Penataan kawasan Pasar Kapur Raya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi eksisting di lapangan. Beberapa titik yang sebelumnya tidak tertata kini mulai diperbaiki, termasuk akses jalan di sekitar pasar, area parkir, serta jalur keluar-masuk pengunjung.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong perbaikan lapak dan kios pedagang agar terlihat lebih rapi dan seragam. Pendekatan persuasif menjadi kunci dalam proses ini, sehingga para pedagang dapat menyesuaikan diri tanpa merasa dirugikan.
Penataan fisik tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pasar yang lebih bersih dan nyaman, terutama saat aktivitas jual beli meningkat drastis selama Ramadhan. Dengan kondisi pasar yang lebih tertib, masyarakat pun dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan lebih tenang.
Penanganan PKL dan Arus Lalu Lintas
Salah satu persoalan yang selama ini kerap dikeluhkan warga adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan terlalu dekat dengan badan jalan. Hal tersebut sering memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Dalam program penataan ini, pemerintah daerah mengajak PKL untuk menata ulang posisi lapak mereka agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Relokasi dilakukan secara terbatas dengan tetap mempertimbangkan akses pembeli dan kelangsungan usaha pedagang.
Penataan pasar juga disinergikan dengan rencana perbaikan Jalan Raya Kapur, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk meningkatkan kualitas jalan dan mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
Dengan kombinasi penataan pasar dan perbaikan infrastruktur jalan, diharapkan aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Dampak Positif bagi Pedagang
Sejumlah pedagang menyambut baik langkah penataan yang dilakukan pemerintah daerah. Mereka menilai pasar yang lebih rapi justru menarik lebih banyak pembeli, terutama dari luar kawasan Desa Kapur.
Beberapa pedagang mengakui bahwa setelah area pasar mulai tertata, jumlah pengunjung cenderung meningkat. Kondisi ini memberi dampak positif terhadap omzet penjualan, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya menjadi momentum penting bagi pedagang bahan pokok dan kebutuhan harian.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa penyediaan material bangunan bagi pedagang yang ingin memperbaiki lapaknya. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penataan sekaligus menciptakan keseragaman visual di kawasan pasar.
Target Rampung Sebelum Ramadhan
Pemkab Kubu Raya menargetkan penataan utama kawasan Pasar Kapur Raya dapat diselesaikan sebelum Ramadhan tiba. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya saat aktivitas pasar berada pada puncaknya.
Bupati Sujiwo mengajak semua pihak, mulai dari pedagang, pengelola pasar, hingga masyarakat sekitar, untuk bersama-sama menjaga hasil penataan yang telah dilakukan. Menurutnya, pasar yang tertib dan bersih hanya dapat terwujud jika ada kesadaran bersama.
“Kita ingin Pasar Kapur Raya menjadi contoh pasar tradisional yang nyaman, tertata, dan tetap hidup sebagai pusat ekonomi rakyat,” tegasnya.
Melalui program penataan ini, Pasar Kapur Raya diharapkan tidak hanya siap menyambut Ramadhan, tetapi juga menjadi kawasan perdagangan yang lebih berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kubu Raya dalam jangka panjang.














