banner 728x250

Jelang Ramadan, Sujiwo Pastikan Penataan PKL Kuala Dua Tanpa Penggusuran

  • Share
Kuburaya

Kuburaya – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, suasana kebersamaan dan semangat positif kembali terasa kuat di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Pada Sabtu (14/2/2026), ratusan warga dari berbagai kalangan berkumpul bersama untuk melaksanakan kegiatan gotong royong di sepanjang Jalan Raya Kuala Dua. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, pedagang kaki lima (PKL), pemuda, dan pemerintah daerah, termasuk Bupati Sujiwo yang turun langsung ikut terlibat.

Kegiatan gotong royong ini bukan hanya sekadar pembersihan kawasan. Lebih dari itu, acara ini menjadi momentum penting dalam rangka menata kawasan PKL agar lebih tertib, bersih, dan nyaman menyambut Ramadan serta Idulfitri. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan terasa saat warga bahu membahu mengecat kios, merapikan lapak, membersihkan sampah, hingga menertibkan baliho iklan yang bertebaran di sepanjang jalan.

Pendekatan Humanis Tanpa Menggusur

Dalam arahannya, Bupati Sujiwo menegaskan bahwa penataan pedagang tidak dilakukan dengan cara menggusur atau memaksa. Ia memilih pendekatan yang humanis, yakni melalui dialog dan kesepakatan bersama. Ia menyadari bahwa pedagang kaki lima merupakan tumpuan ekonomi banyak keluarga, sehingga penataan harus tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha mereka.

“Sebenarnya memang tidak boleh ada bangunan di sepanjang jalan ini, tapi karena ini menyangkut perut orang banyak, maka kita harus mencari jalan tengah yang bijak. Apalagi sebentar lagi Ramadan dan Idulfitri,” kata Sujiwo sambil ikut memindahkan peralatan bersama warga.

Pendekatan seperti ini disambut positif oleh para pedagang. Mereka menyatakan siap bekerja sama menata kawasan tanpa merasa kehilangan ruang usaha. Beberapa pedagang bahkan secara sukarela memindahkan kios mereka sejauh sekitar empat hingga lima meter dari badan jalan. Langkah ini diambil demi terciptanya ruang publik yang lebih lapang, aman, dan nyaman bagi semua, termasuk pengendara yang melintas.

Gotong Royong: Tampilan Baru Jalan Raya Kuala Dua

Kegiatan gotong royong yang dilakukan bukan sekadar merapikan fisik lingkungan. Warga bersama pemerintah juga melakukan pengecatan ulang kios dengan warna yang lebih rapi dan seragam. Hal ini membuat Jalan Raya Kuala Dua terlihat lebih bersih, teratur, serta menarik secara visual bagi siapa saja yang melihatnya.

Beberapa baliho dan spanduk yang sebelumnya berantakan kini dilepas dan diganti dengan papan pengumuman yang lebih informatif dan teratur. Bahkan beberapa titik taman kecil juga mulai dibenahi dengan menanam bunga dan memperbaiki kebersihan selokan. Hal sederhana ini membuat kawasan Kuala Dua semakin nyaman saat dilintasi pejalan kaki maupun kendaraan.

Kolaborasi untuk Kepentingan Bersama

Bupati Sujiwo menegaskan bahwa penataan ini bukan tugas pemerintah semata, tetapi juga tanggung jawab bersama antara warga dan pelaku usaha. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan lingkungan hidup yang baik hanya akan berhasil dengan dukungan penuh dari masyarakat.

Selain itu, Sujiwo juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan lembaga perbankan seperti Bank Kalbar untuk menyiapkan fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di daerah tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu pedagang UMKM agar usaha mereka semakin berkembang dan stabil secara ekonomi.

“Penataan ini bukan sekadar soal ruang fisik, tetapi juga soal bagaimana kita bersama-sama menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik,” ujar Sujiwo.

Dampak Positif Jangka Panjang

Para pedagang yang mengikuti kegiatan gotong royong mengaku senang karena mereka merasa didengar dan dihargai. Mereka merasa mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha mereka tanpa merasa terpinggirkan.

Suasana kekeluargaan dan kebersamaan semakin terasa ketika warga saling berbagi saran mengenai cara menarik lebih banyak pembeli, hingga menjelaskan potensi usaha yang dapat dikembangkan di kawasan itu. Beberapa pedagang bahkan berharap kawasan ini bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang dicanangkan oleh pemerintah daerah, sehingga wisatawan lokal maupun luar daerah tertarik mampir saat berkunjung.

Bupati Sujiwo juga berharap agar semangat gotong royong ini tidak hanya berlangsung saat menjelang Ramadan saja. Ia mengajak warga dan pedagang untuk terus menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, sehingga kawasan Jalan Raya Kuala Dua dapat menjadi contoh penataan yang baik di wilayah lainnya.

“Kita ingin kawasan ini bukan hanya tertib secara tata ruang, tetapi juga tumbuh sebagai pusat ekonomi lokal yang produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Ajakan untuk Masyarakat

Penataan PKL secara humanis dan gotong royong ini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan yang memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan cara yang damai, inklusif, dan menguntungkan semua pihak.

Ketertiban dan kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, rasa saling menghargai, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, Bandung Raya menjadi lebih rapi, nyaman, dan sejahtera bagi semua.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *