KUBU RAYA – Komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas permukiman warga kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, ke Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam percepatan penataan kawasan kumuh yang selama ini menjadi perhatian bersama.
Didampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian serta jajaran pemerintah daerah, Menteri Maruarar meninjau langsung kondisi lingkungan, infrastruktur, serta rumah warga yang masuk dalam program penataan. Kehadiran para pejabat tinggi negara tersebut disambut antusias masyarakat yang berharap perubahan nyata segera terwujud.
Penataan Bukan Sekadar Perbaikan Fisik
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Maruarar menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak hanya sebatas memperbaiki bangunan rumah atau memperlebar akses jalan. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan bahwa kualitas hidup masyarakat ikut meningkat.
Menurutnya, lingkungan yang tertata rapi, drainase yang baik, serta rumah yang layak huni akan berdampak besar terhadap kesehatan, kenyamanan, bahkan produktivitas warga. “Penataan kawasan harus menyentuh kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Kita ingin warga merasa aman, nyaman, dan bangga dengan lingkungannya,” ungkapnya saat berdialog dengan warga.
Sejumlah titik di Parit Baru yang sebelumnya memiliki kondisi jalan sempit dan drainase kurang optimal kini mulai menunjukkan perubahan. Beberapa rumah yang sebelumnya dinilai kurang layak huni juga telah masuk tahap renovasi.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten siap mendukung penuh program penataan tersebut.
Menurut Sujiwo, pembangunan kawasan permukiman yang layak merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami ingin masyarakat Parit Baru benar-benar merasakan manfaatnya. Bukan hanya perubahan tampilan lingkungan, tetapi juga dampak ekonomi dan sosial yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pendataan dan pemetaan wilayah yang membutuhkan perhatian serupa agar program penataan dapat berkelanjutan.
Dialog Terbuka Bersama Warga
Salah satu momen yang menarik dalam kunjungan tersebut adalah dialog langsung antara menteri dan masyarakat. Warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga harapan mereka.
Beberapa warga mengungkapkan rasa syukur karena kawasan tempat tinggal mereka kini mendapat perhatian serius. Mereka berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami ingin lingkungan yang lebih bersih dan tidak lagi kebanjiran saat hujan deras,” ujar salah satu warga Parit Baru.
Mendengar hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan. Ia mengingatkan bahwa infrastruktur yang sudah dibangun harus dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dampak Penataan Kawasan Kumuh bagi Masyarakat
Program penataan kawasan kumuh di Parit Baru bukan hanya soal infrastruktur. Secara lebih luas, program ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Lingkungan yang tertata rapi dapat meningkatkan nilai properti, menarik aktivitas usaha kecil, hingga membuka peluang sektor jasa. Selain itu, kondisi lingkungan yang sehat juga mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah atau gangguan pernapasan.
Bagi pemerintah daerah, keberhasilan penataan ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain di Kubu Raya yang memiliki tantangan serupa.
Harapan ke Depan
Kunjungan Menteri Maruarar Sirait ke Parit Baru memberikan pesan kuat bahwa pemerintah serius dalam menuntaskan persoalan kawasan kumuh. Masyarakat pun berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap perbaikan fisik, tetapi berlanjut pada pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Parit Baru diharapkan mampu bertransformasi menjadi kawasan permukiman yang lebih tertata, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Percepatan penataan kawasan kumuh di Kubu Raya menjadi langkah nyata menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.














