banner 728x250

Pemkot Pontianak Ajak Kreator Muda Rancang Logo Hari Jadi ke-255

  • Bagikan
HUT Pontianak 255

Kuburaya – Menjelang perayaan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, Pemerintah Kota Pontianak menghadirkan cara yang cukup menarik untuk melibatkan generasi muda. Bukan sekadar menggelar sayembara desain, Pemkot Pontianak justru membuka ruang kolaborasi bagi kreator lokal untuk ikut merancang identitas visual kota melalui program “Merancang Dua Lima Lima”.

Program ini menjadi panggilan terbuka atau open call bagi para desainer grafis, ilustrator, penulis, copywriter, serta kreator muda yang ingin ambil bagian dalam menciptakan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak.

Kreator Muda Diajak Ikut Membentuk Wajah Kota Pontianak

Ada hal menarik dari program Merancang Dua Lima Lima. Pemkot Pontianak tidak hanya mencari desain logo yang terlihat menarik secara visual, tetapi juga ingin menghadirkan identitas yang memiliki cerita.

Melalui Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak bersama Pontinesia, program ini dirancang sebagai wadah bagi talenta kreatif lokal untuk ikut merumuskan wajah Kota Khatulistiwa.

Artinya, logo yang nantinya digunakan dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak ke-255 diharapkan bukan hanya menjadi ornamen perayaan. Logo tersebut diharapkan mampu membawa pesan mengenai Pontianak hari ini sekaligus menggambarkan arah kota di masa mendatang.

Konsep ini membuat proses kreatif menjadi lebih menarik. Sebab, seorang desainer tidak hanya dituntut jago mengolah bentuk, warna, dan tipografi, tetapi juga perlu memahami bagaimana sebuah identitas visual dapat bercerita.

Bukan Sekadar Sayembara Desain Logo

Jika biasanya kompetisi desain identik dengan peserta mengirimkan karya lalu menunggu hasil penjurian, Merancang Dua Lima Lima menawarkan pendekatan yang berbeda.

Pemkot Pontianak menyebut program ini mengutamakan pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Peserta yang terpilih nantinya akan mengikuti proses kurasi, workshop, hingga mentoring bersama praktisi desain grafis.

Dengan konsep tersebut, peserta bukan hanya berkesempatan menghasilkan karya untuk sebuah momentum besar, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru di dunia desain serta branding.

Bagi kreator muda Pontianak, kesempatan seperti ini tentu cukup menarik. Portofolio bisa bertambah, jaringan profesional dapat berkembang, dan proses kreatif bisa dilakukan bersama mentor maupun kreator dari bidang lain.

Menggabungkan Desain Grafis dan Kekuatan Cerita

Salah satu poin yang cukup ditekankan dalam program ini adalah kolaborasi lintas keahlian.

Tim peserta diutamakan memiliki kemampuan desain grafis sekaligus kepenulisan. Mengapa? Karena sebuah logo kota membutuhkan lebih dari sekadar tampilan yang enak dipandang.

Logo yang kuat biasanya mempunyai konsep, filosofi, pesan, dan alasan di balik setiap elemen visualnya. Di sinilah peran penulis atau copywriter menjadi penting.

Desainer dapat menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk visual, sementara penulis membantu merumuskan narasi yang membuat identitas tersebut lebih mudah dipahami. Hasil akhirnya diharapkan menjadi sebuah identitas visual Kota Pontianak yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki makna.

Siapa yang Bisa Mengikuti Merancang Dua Lima Lima?

Program ini ditujukan bagi kreator muda yang memiliki kemampuan di bidang kreatif, terutama desain grafis dan kepenulisan. Peserta mendaftar dalam bentuk tim yang terdiri dari dua hingga tiga orang.

Ketua tim wajib merupakan warga Kota Pontianak yang dibuktikan dengan KTP. Sementara anggota tim dapat berasal dari warga yang berdomisili di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Seleksi peserta dilakukan berdasarkan portofolio karya. Karena itu, bagi kreator yang ingin mengikuti program ini, portofolio menjadi salah satu bagian penting yang perlu dipersiapkan dengan baik.

Pendaftaran Merancang Dua Lima Lima sendiri dibuka pada 10 hingga 18 Agustus 2026. Tim yang dinyatakan terpilih kemudian diwajibkan mengikuti pelatihan dan mentoring desain grafis sebelum menghasilkan desain logo sesuai ketentuan program.

Kesempatan Kreator Lokal Menunjukkan Karyanya

Kehadiran program ini menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi kreatif di daerah tidak harus selalu menunggu dari pusat. Kreator lokal juga memiliki ruang untuk menghasilkan karya yang menjadi bagian dari identitas daerahnya sendiri.

Apalagi Pontianak memiliki banyak elemen khas yang bisa menjadi sumber inspirasi, mulai dari identitas sebagai Kota Khatulistiwa, keberadaan Sungai Kapuas, keragaman budaya, sejarah kota, hingga dinamika masyarakat urban yang terus berkembang.

Namun, tantangannya tentu bukan sekadar memasukkan sebanyak mungkin simbol tersebut ke dalam sebuah logo. Justru kreativitas dibutuhkan untuk menyederhanakan berbagai cerita menjadi identitas visual yang mudah dikenali dan relevan.

Di sinilah program logo Hari Jadi ke-255 Pontianak menjadi menarik untuk diikuti. Kreator muda tidak hanya diminta membuat gambar, tetapi diajak berpikir mengenai bagaimana Pontianak ingin dikenali.

Merancang Identitas Pontianak untuk Masa Depan

Hari jadi sebuah kota bukan hanya tentang melihat perjalanan masa lalu. Momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk membicarakan masa depan.

Melalui Merancang Dua Lima Lima, generasi muda Pontianak diberikan kesempatan untuk ikut menyampaikan perspektifnya tentang kota melalui karya kreatif. Logo yang lahir nantinya diharapkan menjadi simbol yang dekat dengan masyarakat sekaligus membawa narasi tentang Pontianak hari ini dan masa depan.

Bagi dunia kreatif lokal, langkah ini juga bisa menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas. Desainer, ilustrator, copywriter, hingga berbagai talenta kreatif lainnya dapat bertemu, bertukar ide, dan menghasilkan karya bersama.

Jadi, Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak kali ini bukan hanya soal merayakan usia kota. Ada cerita baru yang sedang dirancang—dan menariknya, cerita visual tersebut diberi kesempatan untuk lahir dari ide dan kreativitas anak muda Pontianak.

  • Bagikan